Tak semua hal bisa dibeli dengan uang | salah satunya waktu dan umur manusia |

Jika Allah telah menetapkan usia seseorang, maka saat tiba waktunya, biarpun pun triliyunan hartanya, tak akan mampu menambah usianya barang sedetik saja |

Itulah hidup manusia | uang bisa digenggam, namun waktu tak bisa dibeli kembali |

Demi masa | sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian | kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan kesabaran | (QS Al-Ashr 1-3)

Jangan pernah berhenti beramal shalih, jangan pernah lelah dalam dakwah | biarpun tak mudah, namun itulah jalan orang-orang yang beruntung di sisi Allah |

tidak kah kita ingin menjadi golongan beruntung tersebut? :’)
Words by Benefiko

Salah satu spot di Aiko&Elle babyshop | jln Landak Baru no.63 , lobby Ananda Woman and Children hospital ~ Makassar..

Alhamdullilah bini’matitamtimusholihaat, selesai sudah interior, InsyaAllah senin kami sudah buka 😍😍😍

View on Path

Iklan

Semua orang perlu “label” untuk mengidentifikasi diri mereka, sebelum mereka bisa menentukan arah dan tujuan hidupnya | hal ini akan mempengaruhi pola pikir, pemahaman, cara pandang, sikap, dan perbuatan | sekaligus menentukan dg siapa ikatan perasaan akan terbentuk | yg memunculkan pemahan “yg mana kita”, “yg mana mereka”, “where we belong”, “where we don’t belong” |

masa muda kami penuh eksplorasi dalam mencari jati diri, demi secuil eksistensi |

Cara berpakaian, atribut yg ditampilkan, musik yg di dengar, aktivitas gaya hidup, semua dilakukan agar label itu melekat pada diri | karena itu menjadi kebanggan yg akan dibawa keman-mana, dan jika datang pengakuan dari luar, akan membuat diri semakin berbangga |

kebanggan tersebut memang berlaku saat di dunia | tetapi upss 🙊, tidak setelah kita meninggalkan dunia | bukankah begitu duhai kawan? |

Tibalah ketika kami mulai berfikir lebih jauh tentang kehidupan ini | apa yg terjadi sebelum, dan apa yg akan terjadi setelah kehidupan ini, serta menelusuri kaitan diantara tiga hal pokok tersebut |

Pada titik itulah kami menemukan apa yg sesungguhnya kami cari | Sungguh kami amatlah bodoh, karena petunjuk dan jawaban shahih sudah ada di depan mata sejak hari kami dilahirkan ke dunia ini | namun kami sibuk menghabiskan waktu mencari-cari ke tempat lain |

Islam lah jawaban atas seluruh pertanyaan dan pencarian kami | karena Islam lah jawaban dan panduan shahih untuk kehidupan ini | Karena Islam berasal dari zat yang Maha Benar, yang menciptakan seluruh kehidupan ini |

Islam menjawab dg sangat memuaskan akal, sesuai dengan fitrah manusia, yang pada akhirnya memberikan kami rasa tenang | meluruskan & memantapkan tujuan hidup kami | membentuk pola pikir, cara pandang, perasaan, sikap & perbuatan yang khas | yang kesemuanya bernilai dan akan dipertanggungjawabkan kpd Allah setelah kehidupan ini |

berlepaslah duhai diri dari kebanggaan semu dunia | karena “label” terbaik mengarungi kehidupan ini hanyalah sebagai “Hamba Allah” | sebab pengakuan dari-Nya kelak yg akan mengalahkan seluruh penilaian manusia

Via @benefiko

Paper bag Aiko & Elle babyshop
Open November 2 2015
jalan Landak Baru no. Lt2 63 Ananda woman and children hospital

View on Path

Perbedaan Kerudung dengan Jilbab

Tanya :

Ustadz, mohon jelaskan perbedaan antara kerudung dengan jilbab?

Jawab :

Pada saat ini masyarakat umum di Indonesia mengartikan jilbab sebagai kerudung. Penggunaan istilah jilbab untuk menunjukkan makna kerudung seperti ini tidak tepat. Karena sebenarnya terdapat perbedaan antara kerudung dengan jilbab.

Kerudung dalam Al Qur`an disebut dengan istilah “khumur” (plural dari khimaar) bukan dengan istilah ”jilbab”. Kata “khumur” terdapat dalam firman Allah SWT (artinya),”Dan hendaklah mereka (para wanita) menutupkan kain kerudung ke dada mereka.” (Arab : walyadhribna bi-khumurihinna ‘ala juyuubihinna).” (QS An Nuur [24] : 31). Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dimaksud “khimaar” adalah apa-apa yang digunakan untuk menutupi kepala (maa yughaththa bihi ar ras`su) (Tafsir Ibnu Katsir, 4/227). Dengan kata lain, tafsir dari kata “khimaar” tersebut jika dialihkan ke dalam bahasa Indonesia artinya adalah kerudung. Inilah yang saat ini secara salah kaprah disebut “jilbab” oleh masyarakat umum Indonesia.

Adapun istilah “jilbab” dalam Al Qur`an, terdapat dalam bentuk pluralnya, yaitu “jalaabiib”. Ayat Al Qur`an yang menyebut kata “jalaabiib” adalah firman Allah SWT (artinya),”Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin,’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (Arab : yudniina ‘alaihinna min jalaabibihinna). (QS Al Ahzab [33] : 59). Menafsirkan ayat ini, Imam Al Qurthubi berkata,”Kata jalaabiib adalah bentuk jamak dari jilbab, yaitu baju yang lebih besar ukurannya daripada kerudung (akbar min al khimar). Diriwayatkan bahwa Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud berpendapat bahwa jilbab artinya adalah ar ridaa` (pakaian sejenis jubah/gamis). Ada yang berpendapat jilbab adalah al qinaa’ (kudung kepala wanita atau cadar). Pendapat yang sahih, jilbab itu adalah baju yang menutupi seluruh tubuh (al tsaub alladzy yasturu jamii’ al badan).” (Imam Al Qurthubi, Tafsir Al Qurthubi, 14/107).

Dari keterangan Imam Al Qurthubi di atas, jelaslah bahwa para ulama berbeda pendapat mengenai arti “jilbab”. Memang terdapat satu qaul (pendapat) yang mengatakan “jilbab” artinya adalah “al qinaa’ ” yang dapat diindonesiakan sebagai “kudung kepala wanita” atau juga dapat diartikan sebagai “cadar” (sesuatu yang menutupi wajah, maa yasturu bihi al wajhu). (A.W. Munawwir, Kamus Al Munawwir, hlm. 1163; Mu’jam Lughah Al Fuqaha`, hlm. 283). Mungkin qaul inilah yang masyhur di Indonesia, sehingga kemudian jilbab lebih populer dimaknai sebagai kerudung.

Namun qaul tersebut dianggap lemah oleh Imam Al Qurthubi, sehingga beliau menguatkan pendapat bahwa jilbab itu bukanlah kerudung atau cadar, melainkan baju yang menutupi seluruh tubuh (al tsaub alladzy yasturu jamii’ al badan).” (Imam Al Qurthubi, Tafsir Al Qurthubi, 14/107).

Pendapat yang dinilai rajih (kuat) oleh Imam Qurthubi inilah yang sebenarnya lebih masyhur dalam kitab-kitab tafsir ataupun kamus. Dalam kitab kamus Al Mu’jamul Wasith, misalnya, disebutkan jilbab adalah baju yang menutupi seluruh tubuh (al tsaub al musytamil ‘ala al jasadi kullihi). Jilbab juga diartikan apa-apa yang dipakai wanita di atas baju-bajunya seperti milhafah (mantel/baju kurung) (maa yulbasu fauqa tsiyaabiha ka al milhafah). (Al Mu’jamul Wasith, hlm. 126). Senada dengan itu, menurut Syekh Rwwas Qal’ah Jie, jilbab adalah suatu baju yang longgar yang dipakai wanita di atas baju-bajunya (baju kerja/rumah) (tsaub wasi’ talbasuhu al mar`ah fauqa tsiyaabiha) (Rawwas Qal’ah Jie, Mu’jam Lughah Al Fuqaha`, hlm. 126). Demikian juga menurut Syekh Wahbah Zuhaili dalam kitabnya At Tafsir Al Munir fi Al ‘Aqidah wa Al Syari’ah wa Al Manhaj, beliau memberikan makna serupa untuk kata jilbab. Jilbab menurut Syekh Wahbah Zuhaili adalah baju panjang (al mula`ah) yang dipakai perempuan seperti gamis, atau baju yang menutup seluruh tubuh. (Wahbah Zuhaili, At Tafsir Al Munir, 22/114).

Kesimpulannya, kerudung itu berbeda dengan jilbab. Jilbab artinya bukan penutup kepala, melainkan baju terusan yang longgar yang dipakai di atas baju rumah. Wallahu a’lam.[]

Sumber: http://bit.ly/1AjpdJe

==============================
Dukung terus Opini Syariah dan Khilafah. Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Jika Saudari ingin bergabung dalam perjuangan MUSLIMAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA silahkan layangkan pesan dengan format:
NAMA JELAS, ALAMAT LENGKAP, NO TELP/HP, ALAMAT EMAIL.
Insya Allah, Muslimah Hizbut Tahrir di daerah terdekat akan segera menghubungi.
==============================
Silahkan ikuti kami di:
http://www.hizbut-tahrir.or.id
Facebook : http://www.facebook.com/mediamhti
Twitter : http://www.twitter.com/women4khilafah
Youtube : http://www.youtube.com/user/MUSLIMAHMEDIACENTER

View on Path

Sneak peek our product

60% cotton 40% polyester
Comfort and chic 👗😄

Soon this November 2, 2015

Aiko&Elle babyshop
Jalan Landak Baru 63, 2nd floor Ananda woman and children hospital ~ Makassar – with Aiko and Fitrie

View on Path

Kita melihat hidupnya begitu indah, ternyata ia hanya menutupi keluhan :’)

Kita melihat hidupnya tak ada pedih, ternyata ia hanya menutupi dengan mensyukuri 🙂

Kita melihat hidupnya tanpa ujian, ternyata ia begitu menikmati badai hujan :’)

Kita melihat hidupnya sempurna, ternyata ia hanya menjadi apa adanya 🙂

Kita melihat hidupnya beruntung, ternyata ia tunduk pada Allah untuk bergantung :’)

Kita belajar memahami, mengamati setiap hidup orang yang kita temui, ternyata kita yang kurang mensyukuri :’)

Bahwa di belahan dunia lain, masih ada yang belum seberuntung yang kita miliki 🙂

Dan satu hal yang kita ketahui, bahwa Allah tak pernah mengurangi, hanya kitalah yang masih setia mengingkari :”

Maka, jangan kita iri pada rezeki orang lain. Bila iri pada rezekinya, kita juga harus iri pada takdir matinya 🙂

Karena Allah membagi rezeki, jodoh dan usia setiap hamba. Tanpa bisa tertukar satu dan lainnya, jadi yakinlah 🙏🏻☺️🌸🌼🌺🌻 | text from @hijabalila

aiko and Elle babyshop, soon this October 🌷 – with Fitrie

View on Path

menyenangkan orang lain itu membahagiakan diri, melukai orang lain itu melukai diri | sayangnya banyak diantara kita orang-orang terluka 🙂

orang terluka itu senang melukai, supaya ada kawannya | dan orang bahagia senang membahagiakan orang lain, kita yang mana?

menolong orang tidak susah, orang susah yang enggan menolong | prinsipnya “gue aja susah, mau nolong situ”, ya begitulah 🙂

tapi orang bahagia selalu berpikir “aku bahagia bisa berarti buat yang lain” | maka dengan menolong orang, hilang susahnya, ganti bahagia

ciri-ciri orang susah lagi, tidak menyukai kemudahan pada saudaranya | senang baginya apabila bisa menghilangkan rasa bahagia orang lain

padahal berbuat baik itu mudah, berbuat jahat itu yang susah | tapi memang banyak orang-orang yang cari susah bukan yang mudah 🙂

padahal banyak kemudahan datang bila kita memudahkan orang lain | Allah mudahkan di dunia, dan akan mudahkan juga nanti di akhirat

berbuat baiklah pada manusia, hapus iri dan dengki dari dalam hati | hidupmu lebih ringan, lebih menyenangkan, dan jelas bahagia 😀

View on Path