😭😭😭 #selfnote by @octryjuwita “Ternyata bangkai manusia lebih busuk dari bangkai makhluk hidup manapun. Jadikanlah sholat seperti sholat terakhirmu. Tahukah kita bahwa malaikat maut senantiasa memperhatikan serta melihat wajah kita sebanyak 70 kali dalam sehari? Seandainya manusia bisa melihat dgn kasat mata seperti apa tingkah laku malaikat pengintai itu, niscaya kaki mereka akan lemas jika mengetauhuinya. Ketika Izrail datang merenungi wajah seseorang , didapati org tsb sedang bergelak ketawa maka berkata Izrail ‘alangkah herannya aku melihat orang ini padahal aku diutus Allah Azza Wa JAlla untuk mencabut nyawanya kapan saja, tetapi dia masih terlihat bodoh dan bergelak tawa. Naudzubillahiminzalik — Sebaik-baik perkara adalah yang sederhana dan pertengahan. Tatkala Islam mensyariatkan untuk banyak tersenyum, maka Islam juga melarang untuk banyak tertawa, karena segala sesuatu yang kebanyakan dan melampaui batas akan membuat hati menjadi mati. Sebagaimana banyak makan dan banyak tidur bisa mematikan hati dan melemahkan tubuh, maka demikian pula banyak tertawa bisa mematikan hati dan melemahkan tubuh. Dan jika hati sudah mati maka hatinya tidak akan bisa terpengaruh dengan peringatan Al-Qur`an dan tidak akan mau menerima nasehat. Adapun hukum banyak tertawa, maka lahiriah hadits Abu Hurairah di atas menunjukkan haramnya, karena hukum asal setiap larangan adalah haram. Apalagi disebutkan sebab larangan tersebut adalah karena bisa mematikan hati, dan sudah dimaklumi melakukan suatu amalan yang bisa mematikan hati adalah hal yang diharamkan. #Adab #Akhlaq” – with novita

View on Path

SAAT ENGKAU TERLELAP TIDUR, BOLEH JADI ADA NAMAMU DALAM DO’A-DO’A MEREKA.

ربما تكون نائما ؛ فتقرع أبواب السماء عشرات الدعوات لك من فقير أعنته بالقليل، أو
حزين أسعدته أو عابر ابتسمت له، فلا تستهين بفعل الخير أبدًا

“Saat engkau terlelap tidur, boleh jadi pintu-pintu langit diketuk oleh puluhan doa yang memohonkan kebaikan untukmu.. (Do’a itu datang) dari si fakir yang pernah engkau tolong, dari orang yang lapar yang pernah engkau beri makan, dari orang sedih yang pernah engkau bahagiakan, dari orang yang pernah berpapasan denganmu dan kau beri senyuman untuknya, atau dari orang yg dihimpit kesulitan yang telah engkau lapangkan..

Maka jangan pernah meremehkan sebuah kebajikan untuk selama lamanya..”

(Perkataan ini dinisbatkan kepada Ibnul Qoyyim Al Jauziyah. Wallahu a’lam)

Catt:

Ya, jangan pernah meremehkan sebuah kebajikan sekecil apapun kebajikan itu. Karena kita tidak tau dengan kebajikan mana Allah akan memasukkan kita ke dalam surga.

_________
27-06-1435 H

Abulfayruz El Gharantaly

View on Path